Number Game - Make Your Class Full of Fun!

Do you desire to organize the edurecreational classroom activity? This article might be satisfied you. :).

Visual Representation

The Non-Mechanistic Method to Solve The Linear Equation Related Problem For Your Little Students!

Broken Calculator Activity

Calculator seem to be forbidden tool in the classroom. Many parents and educators are afraid that their child will be over depend on it to do (even for) the small computation. This article might give you different point of view about how to use calculator to develop not just the pupils’ computational ability, but also number sense.

Introducing Linear Equation System For Grade 8 Students

Sometime we are tend to underestimate the students ability. We think that without give them a transfer material process, they wouldn’t able to solve any mathematical problem. However, we might be surprise with the informal strategies that emerge as their way in finding solution. RME give them chance to elaborate themselves more.

RME as The Approach to Create a Meaningful Learning Environment

The main idea of realistic mathematics is to emphasize the nature of mathematics as a human activity. Its mean, the students need to be active learner to discover and reinvent mathematics in a meaningful way.

Saturday, 31 December 2016

End Year Reflection: A Tribute for My Lecturer

End Year Reflection: A Tribute for My Lecturer


Time flies so fast in 2016. It seems like it just yesterday when I write my resolution for 2016 but suddenly it is time for me to write my reflection for everything done in a very lovely 2016.

Well, many amazing things happened and of course I am so grateful, thank to the Almighty God that He bless me and my family and all people I love. I hope the God's love and bless will always be with us forever. Aamiin.

Anyway, besides all beautiful matters around me in 2016, I have a very unpleasant good bye to one of my lecturer, Bapak Dr. I Wayan Sadra, M.Ed. He passed away on Sunday, October 30th 2016.




Buat saya, Bapak almarhum adalah salah satu dosen yang sangat sangat sangat berjasa dalam pengembangan diri saya. Walaupun menurut saya semua guru dan dosen saya adalah orang yang berjasa menjadikan saya seperti sekarang, tapi Bapak almarhum adalah salah satu yang membukakan jalan bagi saya sehingga bisa ada perubahan yang sangat besar dalam diri saya.

Saya pertama kali diajar beliau di semester 1 pada mata kuliah Pengantar Dasar Matematika. Sosoknya yang tegas, detail dan disiplin membuat beliau disegani oleh mahasiswa, termasuk saya. Selama di kelas, beliau sangat memperhatikan bagaimana mahasiswanya bekerja salam kelompok, bagaimana diskusi berjalan, bagaimana pemahaman konsep kami dan sebagainya. Beberapa kali saya ditegur untuk fokus pada grup diskusi karena sebagai mahasiswa semester satu, saya dan teman-teman suka salah fokus bercanda ketika mengerjakan lembar kerja mahasiswa ataupun buku paket kami saat itu.

Waktu berlalu, beberapa mata kuliah kembali saya lalui di bawah pengajaran beliau. Lalui seperti biasa, tidak ada yang terlalu istimewa, dalam artian saya tidak merasa banyak diperhatikan ataupun merasa jadi mahasiswa teladan di setiap mata kuliah beliau. Saya melakukan sebaik yang saya bisa. Saya tidak menyadari bahwa beliau adalah pengamat yang luar biasa di balik caranya mengevaluasi mahasiswa, termasuk setiap kali konsultasi tugas dan makalah. Saya tidak tahu.

Ketika saya di semester 6 dan 7, beliau lebih sering menyapa setiap kami berpapasan di kampus. Sering beliau menyempatkan waktu untuk sekedar bertanya sampai dimana seminar saya (waktu semester 6) atau sampai dimana proposal saya (di semester 7), meskipun beliau bukan pembimbing akademik, pembimbing seminar maupun pembimbing skripsi saya. Dalam beberapa kali kesempatan diskusi singkat-singkat kami di sela-sela pertemuan, bapak almarhum seringkali memuji, "Ibunya ratih pasti pintar, makanya ratih seperti ini." dengan kalimat yang kurang lebih seperti itu. 

Saya masih tidak terlalu paham kenapa saya mendapat pujian dari seorang dosen sekaliber beliau yang terkenal sekali pemerhati detail. Sebagai seorang mahasiswa biasa-biasa saja, saya pastinya merasa tersanjung, tapi juga bertanya-tanya karena merasa bahwa saya sama saja dengan yang lain.

Ketika akhirnya saya menjadi salah satu orang yang ujian proposal pertama di angkatan, pun yang ujian skripsi di gelombang pertama di angkatan. Bapaknya menyalami dengan penuh suka cita. Ada perasaan syukur dan bangga bahwa saya bisa melalui ini dan membuat dosen saya merasa bahagia dengan pencapaian saya.

Di sekitar akhir Juni atau awal Juli tahun 2012 ketika saya selesai yudisium, saya masih bingung membawa kemana arah hidup saya berikutnya. Melanjutkan studi S2 di kampus atau mencoba bekerja di sekolah internasional. Siapa sangka di suatu siang yang biasa, benar-benar biasa, beliau tiba-tiba menanyakan apakah saya mau melanjutkan studi dengan beasiswa. Di luar negeri.

Orang seperti saya?

Ya saya mau. Tapi apa iya saya pantas?

Bapak almarhum meminta saya memikirkan tawaran itu dan mendiskusikan dengan keluarga. Prosesnya akan panjang dan butuh waktu. Kalau lancar semua, Juni 2013 baru akan mulai studi dengan beasiswa.

Saya menerima tawaran itu karena tentu kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Rekomendasi. Rekomendasi langsung dari dosen saya yang walaupun saya tidak minta. Tentu tidak boleh dilewatkan.

Tapi saya tidak terlalu yakin dengan diri saya.
Bagaimanapun proses beasiswa pasti tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bagaimana jika saya gagal?

Untuk itu, sambil mengisi waktu dan berjaga-jaga seandainya saya tidak lulus beasiswa, saya memilih melanjutkan S2 di kampus asal. Dengan biaya dari orang tua. Sambil mempersiapkan banyak hal.

Rekomendasi berlanjut sampai bantuan untuk memperoleh rekomendasi rektor dan lain dan lain dan lain. Sampai akhirnya saya dinyatakan lulus.
Dan akhirnya lulus studi master dan magister.

Dan kemudian kembali untuk mengabdi pada almamater yang telah membesarkan.

Some of my friends keep asking how could I get the scholarship. How could I get the recommendation. It was not as easy as today. Why it should be me? (and perhaps they questioning why don't them. but I personally don't care)
Well, I don't know that I can do it until I did it.
And I am so thankful that someone else, in this case Bapak Sadra, saw my abilities even when I don't recognize my own.

Belum sempat menjadi asisten beliau. Sayang sekali.
Sayang sekali bahwa di suatu sore di penghujung Oktober 2016 saya tiba-tiba mendapat berita kepergian Bapak.

Tulisan ini tidak runut, tidak juga nampak bagus.
Tapi sebelum tahun ini berakhir, ingin rasanya menuliskannya.

Bahwa jika Bapak (tentunya dengan kehendak Bapak), tidak menawarkan rekomendasi kuliah untuk saya, tentu tidak sebanyak ini pengalaman yang saya dapatkan. Tentu belum pernah saya rasakan penerbangan 17 jam. Pun belum saya tahu rasanya winter dan tahun baruan di negeri orang. Tidak tahu rasa kangen pada keluarga, bangsa dan negara. Tidak ingat rasa ingin mengabdi.

Segala hormat dan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak. Meskipun tulisan saya kali ini tidak seindah tulisan haahahehe saya yang biasa, karena entahlah. Sulit untuk melukiskan dengan kata-kata betapa saya kehilangan, betapa saya berterima kasih, betapa saya termotivasi untuk bisa melanjutkan cita-cita mulia Bapak sebagai pendidik. Di antara sakit, Bapak masih ingat menanyakan kelas Bapak, masih ingat bimbingan-bimbingan Bapak.

Selamat jalan, Bapak.


 


Tuesday, 1 November 2016

Volunteering UWRF 2016

Volunteering UWRF 2016



http://www.ubudwritersfestival.com/wp-content/uploads/2016/06/2016-UWRF-General-Poster-no-logo-1.jpg



UWRF ladies and gentlemen!
Yes, I am finally became a part of UWRF 2016 as a volunteer *clapping hands so excited*

UWRF is an acronym for Ubud Writers and Readers Festival, an annual event conducted in Ubud-Bali, Indonesia. Inti kegiatannya adalah para penulis dan penggemar tulisan apapun itu, all around the world, meeting at the same point: UBUD.



Ahttp://www.globeslice.com/wp-content/uploads/2015/10/Ubud-Street-Market-Wide.jpg


Kegiatan ini sudah berlangsung lumayan lama, dari tahun 2003, jadi yes true. This is the 13th UWRF!!

Setelah bertahun-tahun kepo sama event ini dan tahun lalu sudah hampir terlibat sayangnya cancel karena jadwal tidak match saudara-saudara, akhirnya tahun ini saya jadi juga bisa menjadi sukarelawan atau bahasa kerennya volunteer dari event internesyenel satu ini.
And yes, in this post I would love to share my experience as a volunteer.
Yuhuuuu!



http://www.ubudwritersfestival.com/wp-content/uploads/2016/10/Slider-Festival-Week-04-resized.jpg



PS: this is my personal experience, if you want o read more formal, complete and concise reports related to UWRF please just open their website on: http://www.ubudwritersfestival.com/.


Well, well. Let start from the very beginning.
Jadi event ini diselenggarakan 4 hari dari Kamis 27 Oktober sampai Minggu 30 Oktober. Nah, kalau minat jadi volunteer, sekitar bulan Agustus gitu bakalan ada pengumuman call for the volunteer di webnya UWRF. Pemberitahuan ini juga biasanya di share via sosmed lain, jadi stay tune aja terus di berbagai sosmed kesayangan Anda. Haha.



http://www.ubudwritersfestival.com/volunteer/


Di form aplikasi nanti kita bakalan masukin identitas diri dan motivasi buat ikutan UWRF dan tentunya point-point penting yang bakalan bikin penyeleksi volunteer minat masukin kita ke accepted list.

Yes, not all applicant are passed the list. Kurang tahu juga apa kriteria supaya bisa lulus seleksi volunteer, tapi sepertinya yang utama adalah kita available di tanggal-tanggal yang ditentukan, bisa berbahasa Inggris at least orally karena nanti kan jadi volunteer yang harus berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Kemudian juga cantumkan strong motivation buat ikutan UWRF. Kalau lempeng-lempeng aja, mungkin agak males lah yang nyeleksi ya, haha. Tapi kalau terlalu semangat, nanti yang seleksi curiga juga. Haha. Have no idea sih kalau yang itu. Dari saya sendiri sih apa adanya aja, pada dasarnya memang tertarik banget uwehehehhehe.

Di form aplikasi itu, kita juga bisa tulis minat kita masuk ke program mana nantinya. Jadi mau volunteer di program apa. Check out all complete program in UWRF website yang readers. :))

I personally chose the Children & Youth Program as the first option and the International Writer Liaison for the second one.

And I got my first choice!!

So, finally in the middle of September (or in the end?), I got an email from uwrf's volunteers coordinators (Kak Ochie dan Kak Ratih *yes, her name is same as me!) that I am selected. Yes!!




Kemudian dateng deh berbagai email yang minta konfirmasi apakah bersedia dengan penempatannya dan lain-lain. Kalau keberatan dengan penempatan intinya masih bisa di nego. Kebetulan kali ini pilihan dan penempatan saya sesuai yang diharapkan, so no complaint from me :D

Dan ternyata saya gga salah pilih program.
As fun and interesting as I expected. Bahkan lebih!


Nah ini beberapa list dari website UWRF tentang requirement buat para volunteer di Children & Youth Program.


http://www.ubudwritersfestival.com/volunteer/


Jadi ceritanya saya pilih Children & Youth Program karena saya pengen banget banyak bersosialiasi sepanjang kegiatan. Oke belakangan ini memang saya ngerasa perlu upgrade my English skill. Dan karena belum ada bantuan dana untuk wara wiri LN lagi, let just participate in an international event. Haha. Prediksi saya, di children & youth program dengan target usia 8 - 15 tahun, anak-anaknya pasti pada hebring hehe. Bakalan sangat banyak ngomong. Dan lagi ada ortunya yang nungguin. Jadi banyak kesempatan buat communication. Yuhuu.


Di satu sisi pengen sih ikutan di Main Program aja, jadi bisa dengerin talk show/sharing/semibar/etc. dari para invited speakers yang memang mumpuni di dunia tulis menulis. Tapi entahlah, tahun ini pokoknya fall in love aja sama children & youth program (CYP).



Setelah ikutan kegiatannya selama 3 hari (I was absent in first day due to another important event in my university), ternyata prediksi saya tepat sekali!



DI CYP, sya tugas dua kali sehari. Shift pagi sama sore. DI luar itu bisa ikutan event-event lain selama masih free. Dan itu banyak banget kok free programsnya, jadi gga usah takut bosen. Bisa juga cabs bentar kelilingin Ubud yang deket-deket. Kalau bolak balik Denpasar sih capek. Mending nikmatin eventnya aja kan. Haha.



What is nice di UWRF ini adalah kita bisa kerja bareng sama orang-orang dari mana aja. Volunteernya gga cuma dari Bali lho, ada yang jauh-jauh dari Makassar, Bandung, Jakarta, Jogja, Lombok, dan masih banyak daerah lainnya di Indonesia dan bahkan dari luar negeri. Dateng ke Bali buat ikutan UWRF!

Partisipannya pun demikian. Malah kayaknya banyakan orang luarnya daripada orang Indonesia, apalagi orang asli Bali sendiri. Padahal untu CYP, banyak juga acara free yang boleh banget di booking sama sekolah secara gretongan. Hums. Mungkin belum banyak orang Bali yang tau ya ada event se-kece ini di Bali :D



Well, denger namanya: Ubud Writers & Readers Festival mungkin kitanya langsung pada mikir ini acara buat para sastrawan doang. Tapi gga gitu juga kok. Walaupun bukan sastrawan, kamu suka baca kan? Ya baca status orang lah paling gga. Ehh. Dan walaupun gga suka nulis, paling gga mesti nulis jawaban essay pas UTS kan? :D


Di sini kita gga yang namanya dites kemampuan nulis atau harus kenal sama penulis yang diundang. Bebas aja sesuka hati kita. Pas jadi volunteer, yang penting inget sama shift, kerjain sesuai arahan. Palingan ngurus registrasi, bantuin speakernya siapin tempat, alat & bahan. Dengerin arahan speakernya, kalau dia butuh asisten maka kita asistensi. Selesainya kita rapiin lagi semuanya, balikin barang-barang ke tempatnya. DONE!

Selama acara kita bisa bantu-bantu di dalam, jadi kalau ada anak-anak yang malu berinteraksi atau pengen sama ortunya melulu, bisa lah bantu-bantu rayu dikit biar dia bisa have fun sama kegiatannya.

Terus juga disini kita ngelatih banget yang namanya kesadaran diri buat kerjain tugas kita dengan pengawasan seminimum mungkin. Jadi, kalau udah tahu ada tugas cus lah ke tempat kegiatan minimal 30 menit sebelum dimulai. Bantu-bantuin pembicaranya, peka sama anak kecil yang dateng dan mau ikutan program karena namanya juga anak-anak pasti malu-malu kucing kalau gga kitanya yang approach duluan. Kerjanya santai. Gga akan dimarah-marah supervisor karena kitanya setara aja kerjanya. Selesai tugas, makanan pun menanti di basecamp. Semuanya dilakukan dengan kesadaran sendiri. Good program to enhance your self personality, right?


That's why I love this program.




Sensasi rayu-rayu anak kecil biar mau ceria di kelas itu loh. :D



Terus juga karena anak-anak, kadang yang merasa udah bisa/paham sama kegiatan kan suka mendominasi, nah jadi volunteer itu bisa sekalian juga bantuin setting acaranya biar anak-anak ini bisa berbagi dan main/belajar bareng-bareng. So, nobody is left behind and no one also too dominate the class. Challenging kan yah :D

Silahkan itu teori-teori belajarnya (+teori hakikat manusia, filsafat ilmu, asas pendidikan, peraturan perundangan) apapun itu yang berbulan-bulan di bahas di kelas Pengantar Pendidikan, cuss dipraktekin :D


Kalau anak-anak udah nyaman sama kelasnya, suka sih saya tanya macem-macem. Ngapain dia, mau buat apa and so on. Saya suka aja dengerin anak-anak ceritain rencana mereka. Suka fantastik gitu.



Kayak pas di event Toy Story misalnya, setiap anak (boleh kelompokan) disuruh buat mainan sendiri. Terus ada tiga anak gadis cantik bule mana gitu lupa, yang ngambil kardus tebel. Salah satu anak itu masuk ke dalam dus, entah ngapain. Temen saya nanya ke saya, ngapain kira-kira anak itu. Entah kenapa saya mikir mereka mau buat rumah barbie :D



And they are!



Beneran buat rumah barbie.

Dan selesai acara, kardusnya dirapiin sama mereka di bawa pulang.
Katanya mau dibawa pulang ke negara mereka kakak.

Terus ada lagi anak yang malu-malu banget di awal acara, tapi akhirnya dia buat poster yang isi banyak gambar robot & monster. Dan ortunya bangga banget sama hasil kerjanya dan bawa pulang juga hasil kerjanya.

Rasanya bahagiaaaaa banget bisa liat wajah-wajah ceria anak-anak dan ortu yang puas dengan kegiatan yang berlangsung. Everyone say thank you for each other after the event. Sangat sangat membahagiakan sih buat aku. Sederhana banget ya the meaning of happiness for me :D :D

Tapi maaf ya di postingan ini foto kegiatan yang di publish dikit, banyakan selfie gga jelasnya haha. Habisnya saya khawatir juga sih sama isu privasinya anak-anak western yang ikut kegiatan, karena banyak juga yang gga mau di publish. Daripada menuai banyak kontroversi dan tuntut menuntut mending saya upload foto-foto cans saya ajalah meskipun kurang merepresentasi tulisan  wwkkwkwk.


















Ohya selain workshop buat anak-anak tadi, ada juga stand makanan dan buku, juga pameran lontar. Nah yang pameran lontar ini saya excited juga sih. Hihi. Di hari terakhir UWRF, akhirnya kesampaian buat belajar nulis di lontar. Kalau nulis aksara Bali bisa sih, tapi di kertas. Belum pernah yang namanya di lontar dan pakai pengrupakan. Hehe. So, it is sooooooo excited.




Overall, saya puas banget bisa terlibat di kegiatan UWRF 2016 dan tentunya pengen banget bisa ikutan lagi tahun-tahun berikutnya. Mudah-mudahan sih ada kesempatan, di tengah-tengah jadwalnya yang gga santai ini. Haha. Program berikutnya yang saya pengen ikutin mungkin book launch atau main program. Hm tapi CYP masih so much interesting for me. Masih ada waktu satu tahun buat mikir-mikir nih. Haha.

Selain itu juga tahun depan pengen stay aja di Ubud, gga usah bolak balik Denpasar. Huhu. Ini sih nunggu ijinnya kanjeng mami sama kanjeng papi duluk. Seru banget soalnya bakalan kalau malam-malam jejong di Ubud. Jalan kekong gitu keliling kota, masuk-masuk tempat makan es krim haha. UWRF 2016 gga cuma buat saya jatuh cinta sama yang namanya kerja volunteer tapi juga sama Ubud itu sendiri. Good place to live in. Aura-auranya pemirsah bawaannya pengen bahagia aja. Haha. Lupakah tumpukan deadline, email, ujian, tugas dan lain-lain yang mesti diperiksa dan diselesaikan. Let just eat gelato in a peaceful place called Ubud.

Mau ikutan keseruan ala-ala volunteer UWRF 2016?
Come and join UWRF 2017!!




Saturday, 8 October 2016

KONTRIBUSI XL PADA PENDIDIKAN: UPGRADE 4G, UPGRADE YOURSELF

KONTRIBUSI XL PADA PENDIDIKAN: UPGRADE 4G, UPGRADE YOURSELF

(Oleh: Ratih Ayu Apsari)



(sumber: http://assets.kompas.com/data/photo/2014/10/28/1433140xlbaru340x340.jpg)


Saya dan provider XL adalah teman lama. Kekasih lama mungkin. Walaupun mengkategorikan diri sebagai pasangan setia dalam hubungan keseharian saya, tapi untuk kasus sama XL, saya akui saya tipe yang mudah tergoda dengan iming-iming operator lain, coba sebulan dan kemudian balik lagi ke XL. Tipe-tipe gagal move on tapi doyan main api gitu. Haha. Kidding.

Saya kenal dan menggunakan XL sudah dari SMA. Jadi sudah more less 11 tahun bersama. Pertama punya handphone cuma bisa menggunakan provider CDMA, terus ganti yang GSM pas kelas 1 SMA. Dimulai dengan menggunakan provider lain yang terkenal di masanya, belum ada tiga bulan langsung hijrah ke XL dengan fiturnya yang terkenal kala itu: Jempol. Waktu itu Jempol XL memang jempolan banget. Saat operator lain tarifnya masih warbiyaaasah, Jempolers bisa isi ulang kartu dengan hanya 5 ribu rupiah saja dan gratis SMS bejibun. Oke, anak gauls kekinian di tahun 2005-an kan memang suka kirim SMS good morning, good day, good night, SMS berantai dan sebagainya yang bisa-bisa mengirimkan 100 SMS per hari. Pokoknya senam jempol lah masa-masa itu.


(sumber: https://noego08.files.wordpress.com/2009/08/logo_jempol.jpg)

Terus singkat cerita sampai masuk kuliah S1 tetap pakai XL. Nah, di masa kuliah ini lah pernah kecantol lagi sama yang lain. Jadi, XL jempol dan XL bebas sudah terintegrasi jadi satu waktu itu menjadi XL saja. Masih murah sih. Sinyal juga oke. Walaupun saya yang biasanya tinggal di Denpasar, selama kuliah tinggal di Bali Utara, daerah SIngaraja yang harus ngelewatin bukit dulu kalau dari Denpasar. Kenapa sempet berpaling? Kalau diingat-ingat ternyata pas ada gebetan/pacar yang promosi providernya, sayanya gampang banget tergoda. Haha. Tergoda orangnya iya, tergoda providernya iya. Tergoda bentar, terus balik lagi karena yang paling murah dan konstan murahnya ya XL. Jadi, paling males deh kalau ada promo murah dari suatu operator, udah dipake sebulan dua bulan terus balik mahal lagi. Hm. Balik lagi ke XL dan begitu seterusnya. Jaman kuliah memang labil masalah nomor handphone. Setahun sekali paling gga udah ganti. Haha.


(sumber: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/1c/a9/92/1ca9921b399c15cdbafdffad055cf791.png)


Akhinya dari jaman skripsian fix pake XL dan gga pindah-pindah lagi. Providernya gga pindah-pindah lagi, tapi nomornya sempat ganti lagi. Haha. Sampai sekarang. Ya, anak labil yang pas kuliah suka ganti nomor handphone ini akhirnya jadi dosen juga sekarang. Dan berakhir sudah masa-masa beli nomor buang nomor ikutan promo. Haha. Gimana dong mahasiswa saya menghubungi kalau tiap dua bulan sekali nomor saya ganti?

Meskipun official nomor handphone saya sudah didaulat ke XL, bukan berarti pencarian saya berakhir. Handphone saya didukung oleh dual sim. Dan satu lagi ada iPad juga yang bisa dipasang kartu GSM. Jadi dosen itu ternyata lebih perlu banyak pulsa daripada pas jadi sosialita semasa kuliah yang kirim 100 SMS per hari :D Ada banyak SMS yang perlu dibalas meskipun jaman sekarang banyak ada platform chat yang bisa digunakan, tapi untuk kepentingan akademik dan komunikasi dengan mahasiswa saya lebih memilih via SMS. Dan yang paling penting buat saya adalah kuota internet. Saya menghabiskan kira-kira 10 GB untuk satu bulan. Dan itu beli pulsanya sakit banget. Banget banget.

(sumber: http://cliparts.co/cliparts/gie/oA4/gieoA4xBT.png)

Kita bahas satu-satu.

SMS. Cara komunikasi ini memang tidak sepopuler 10 tahun lalu, tapi masih merupakan alternatif dan saya masih sering menggunakan terutama untuk masalah pekerjaan. Akan tetapi perlu disadari karena tidak popular, jarang provider yang sekarang memberikan promo SMS kayak dulu yang bisa tumpah-tumpah seharinya. Haha. Sempat ngerasa boros banget karena menghabiskan pulsa 25ribu hanya untuk kepentingan SMS dalam seminggu lebih sedikit. Anggap sebulan tiga kali beli pulsa, maka 75ribu sudah melayang hanya untuk SMS. Belum telepon. Dan tentunya belum internet.

Sudah mau memanfaatkan slot kartu satunya di handphone saya buat pasang provider dengan tarif SMS murah, tapi ternyata setelah saya browsing sana-sini belum ada yang pas. Hufthh. Pas udah mau pasrah sama 75ribu/bulan untuk SMS saja, untungnya tangan saya masih yang penasaran sama *123# nya XL.
Hehe.

And what the!

Ternyata ladies and gentlemen, ada paket SMS murah banget dari XL. Hanya denga 10ribu rupiah saja, bisa buat 1500 SMS sebulan dengan rincian 1300 SMS ke sesama XL dan  200 ke operator lain. Wow. Ini sih wow banget. Mayoritas kontak saya memang menggunakan XL. Apalagi orang tua di rumah juga sama. Seringnya, sejak saya jadi dosen dan kembali merantau ke SIngaraja, saya suka telat balas SMS ortu gara-gara gga punya pulsa. Ortu memang gga main sosmed, termasuk aplikasi chat. Seringnya kalau gga bisa balas SMS, saya kirim chat ke group chat saya dan adik-adik dan minta mereka nyampein. Masalahnya, adik saya yang masih tinggal di rumah cuma 1 dan kalau weekdays, dari pagi sampai jam 6 sore di sekolah mesti wkkwkwk. Satu lagi juga lagi merantau studi. Jadilah, pas susah-susah gga ada pulsa, chat di group juga lagi pada gga di rumah atau gga ada pulsa juga buat sampein ke ortu, ortu mulai deh nyariin. Kan jadi bikin khawatir. Kalau ada 1500 SMS gratis dari XL, kapanpun bisa balesin SMS ortu. Hehe.





Fix. Untuk SMS, saya daftar paket 1500 SMS untuk satu bulan.

Telepon? Well, untuk saat ini saya tidak yang sedang dalam kondisi butuh menelepon sering-sering. Jadi paket telepon saya tangguhkan.

And the most important one: internet.

Saya tidak suka ketika tidak ada akses internet. Mau browsing susah. Mau chat temen susah. Mau sekedar upload apa gitu di sosmed susah. Berasa mendadak insom dan gegana ala teteh citacitata rasanya. Wkwkwk. Awal mula saya pulang ke Indonesia awal tahun 2015 dan mulai internet freak yang ngabisin 10 GB sebulan, saya pikir itu gara-gara saya pakai iPad yang layarnya gedong jadilah kuota yang kesedot lebih banyak. Well gga tau juga sih, apa iya gitu apa ini logikanya odong-odong :D Akhirnya saya pun pindahin segala sosmed dan komunikasi tools ke handphone yang dual SIM tadi. Terusnya si iPad jadi agak-agak gga fungsi karena gga bisa membiayai operasionalnya yang ngabisin 10 GB per bulan. Lumayan kenanya selalu di atas 150ribu dan apalagi setelah itu ada kenaikan tarif di perator yang bersangkutan. Yup, sim card yang terpasang di iPad saya memang bukan XL. Saya masih tahap pencarian tarif inet murah pas tahun 2015 silam.

Setelah pindah ke handphone, sebulan pertama ngerasa irit karena cuma ngabisin 4GB sebulan. Harganya 60 ribu. Ini masih bukan XL lagi, karena tergoda sama promosi temen. Jadi simcard saya yang lagi satu saya pakaikan operator itu, sementara XL buat non-internet needs. Bulan kedua mulai masalah baru dimana ternyata 4GB saya sudah gga cukup bukan sebulan, baru 3 minggu sudah abis. Bulan ketiga, kok ya baru 2 minggu sudah habis. Bulan keempat, kok harga yang 4GB 60 ribu sudah naik jadi 2GB 80ribu. Seminggu lebih dikitnya, kok ya kuota saya sudah habis …

Sampai disini saya cuma bisa sedih tapi tetep beli pulsa. Haha.

Tapi kali ini, pulsa XL. Xl punya hotroad yang 3GB harganya  60ribu, jadi masih lebih murah. Jadi provider satunya langsung gga fungsi. Cuma ya, 60 ribu buat 2 minggu dan itupun pemakaiannya terbatas, bikin saya masih merana. Saya sering banget yang namanya harus tethering ke laptop ataupun iPad saya. Untuk berbagai kepentingan kerjaan. Kurang banget sih kalau 3GB itu menurut saya. Bisa sih pakai paket lain yang lebih besar, tapi mbakjeng, pengeluaran saya membludak banget buat yang namanya pulsa. Tears. Apalagi pada saat itu masih kacau balau dengan pulsa buat SMS yang mencapai 75ribu/bulan, belum buat nelepon yang walaupun jarang-jarang tapi fix lah buat non-internet sudah 100ribu, sekarang buat internet 120ribu/bulan masih kurang.

Pas lagi desperate, gga sengaja liat pengumuman di halaman facebooknya kampus yang ada orang numpang promosi paket XL. Katanya berapa giga berapa gitu. Menggiurkanlah.
Karena tempat jualannya deket banget sama kampus, saya coba aja pulang ngajar ke sana. Sukses photocopy, yang di Jalan Dewi Sartika. Dan bertemulah saya dengan koko koko penyelamat pulsa saya. WKwkwkwkkw. Si koko nyaranin buat pakai XL paket Combo, 12 GB cuma 54 ribu. Tapi, handphone sama provider mesti 4G dulu.

Hmm.

Handphone sih support 4G, tapi kartu XL saya belum diupgrade nih ko!

Eh tunggu, XL sudah 4G di Singaraja? Seriusan?

Ketika saya nanya gitu sama koko, si koko meyakinkan kalau yes that is true! Dianya aja pake katanya. Sinyalnya oke banget, kata koko-koko baik hati itu. Terusnya koko fotocopy tadi nyaranin saya buat ke XL centre dulu yang di A. Yani. Upgrade kartu dulu, setelah itu boleh beli paket di tempatnya boleh juga langsung di XL centrenya.

Masih setengah ragu, sayanya nurut aja ke XL centre. Antriannya panjang banget sampe saya pulang dulu. Setelah makan siang kesana lagi, dan masih tetap rame. Wow! Apa semua orang mau upgrade ke 4G? apa cuma saya yang telah tahu kalau XL sudah memberikan layanan 4G di wilayah Singaraja?
Haha.

Akhirnya, kartu saya pun 4G!


(sumber gambar: http://harianti.com/wp-content/uploads/2015/02/XL-Luncurkan-Jaringan-4G-LTE-di-Surabaya.jpg)




Terima kasih mas-mas customer service XL yang bertugas. Pelayananya cepat dan ramah, walaupun sudah lewat jam kerja akibat banyak yang antre dan si mas nya nugas sendirian ditemenin pak satpam.

Saya juga langsung beli pulsa di sana dan langsung daftar paketnya. Well, kalau di koko tadi paket 12 GB nya 54 ribu, kalau beli pakai pulsa ternyata 59ribu. Bulan depan fix ke tempat koko! Haha.

Nah, paket XL 12 GB ini ternyata beneran super kombo kakak. Pertama, dia ngasih 10 GB buat jaringan 4G dan 2GB buat di jaringan 3G. Kedua, ada bonus nelepon 50 menit ke SEMUA operator. Ketiga, harganya di bawah 60 ribu. Keempat, masa aktifnya 30 hari.

WOW. WOW. WOW.

So, only 60 thousands rupiah for all I need!! Yippiiiie.

Eh tunggu, tambah SMS yang 10ribu tadi, jadi pengeluaran pulsa saya sebulan only Rp 70.000,00 !!!!!!

Pengiritan hingga 50% untuk masalah pulsa-pulsaan ladies and gentlemen.

Selain paket yang 12 GB tadi, masih ada paket-paket lainnya seperti pada gambar berikut yes.

(sumber gambar: http://s.kaskus.id/r480x480/images/fjb/2016/06/06/inject___isi_ulang_kuota_xl_combo_extra
_12gb_19gb_26gb__40gb_56gb_aktif_24_jam_sebulan_5247774_1465221573.jpg)

Oke sudah puas masalah harga, ayo kita bicara masalah performa.

Sebelum upgrade ke 4G, sinyal XL di kost-an maupun pas saya lagi di kampus suka datang dan pergi begitu saja. Kadang hilang plek plek sampai saya mesti cari-cari sinyal ala ala jaman labil: itu tuh handphonenya digoyang-goyangin ke atas. Tapinya, setelah upgrade 4G sinyalnya adem banget, konstan. Di singaraja oke, di rumah Denpasar oke.


can you see the 4G's logo?

Di balik sinyal yang cepat terdapat anak manusia yang kalem. Hehe. No more loading. No more buffering.

Termasuk juga pas lagi dipakai untuk support kegiatan perkuliahan. Di kampus memang ada WiFi, cuma ada gangguan gitu sama kabelnya atau apanya gitu sedemikian hingga sinyal tidak sampai ke ruang kuliah. Nah, pas kitanya lagi kuliah terutama salah satu mata kuliah yang saya ampu itu namanya Englihs for Mathematics II, in which we are integrating the use of technology in classroom activities, sering kesel gitu karena sinyal inet tidak support.

Jadi, tiap kuliah saya memang mengizinkan penggunaan handphone, tablet maupun laptop untuk kepentingan pembelajaran, misalnya untuk online dictionaries, specific term in mathematics, pronunciation checker, cek materi pra syarat atau sejenisnya. Jadi, mahasiswa bakalan bawa gadget yang ada koneksi internet dan kerja kelompok buat mendiskusikan materi yang diberikan. Konsekuensinya, dosennya full keliling kelas buat mastiin no one open the unrelated sites apalagi chatting di kelas. Haha. Ya sekalian menanamkan nilai tanggung jawab dan kemandirian belajar buat mahasiswa. Belajar bagaimana mengoptimalkan penggunaan teknologi secara positif, alih-alih terganggu dengan adanya teknologi di dalam kelas.


hello class!


Nah, pengalaman yang sudah-sudah, sinyal provider suka hilang juga di kelas. Jadi, kadang mahasiswa saya suka memandang saya dengan hopeless dan ganti coba koneksinya dengan tethering dari handphone temannya.
Saya pun sering juga kayak begitu, sampai akhirnya saya upgrade ke XL 4G hampir sebulan yang lalu. Ohya, sejauh ini saya masih punya 9 hari sampai masa aktif saya habis dan kuota saya masih 2.8 GB untuk di jaringan 4G dan 1.8 GB di jaringan 3G.
Hehe.

Overall, saya sangat puas dengan pelayanan XL dan mudah-mudahan bisa selalu ditingkatkan. Meskipun kesannya saya mau enaknya saja, minta murah minta bagus dan minta kuota melimpah, tapi terima kasih XL karena sudah memfasilitasi hal tersebut. Terutama karena kemudahakan aksesnya, saya jadi bisa dengan mudah menambah wawasan, browsing sana sini, tidak takut tethering lagi. Well, aktivitas saya jadi semakin positif untuk meningkatkan kualitas diri.


So readers, mau upgrade diri? Yuk mulai dengan upgrade kartu XL Anda ke 4G dan jangan lewatkan kemudahan akses informasi yang bikin kualitas dalam diri Anda menjadi upgrade juga.


*tulisan ini diikutsertakan pada lomba menulis blog yang diselenggarakan oleh kitaindonesia.com, didukung oleh XL dan Rumah Blogger Indonesia.

Friday, 7 October 2016

“TABUNGANKU” BCA, LAYANAN SUPER MENGUNTUNGKAN BAGI PENABUNG PEMULA

“TABUNGANKU” BCA, LAYANAN SUPER MENGUNTUNGKAN BAGI PENABUNG PEMULA

(Oleh: Ratih Ayu Apsari)



(sumber: https://image.freepik.com/darmowe-wektory/oszcz%C4%99dno%C5%9B%C4%87-pieni%C4%99dzy_23-2147501303.jpg)



"Do not save what is left after spending. But, spend what is left after saving"
- Warren Buffet 




Penabung Pemula?
Hmm. Ya, biarpun usia sudah seperempat abad tapi istilah tersebut masih sangat cocok untuk mendeskripsikan diri saya.

Sebagai seorang pecinta diskon, free ongkos kirim, buy one get one free dan sejenisnya, saya memang agak jauh dari kata gemar menabung. Semakin banyak pemasukan, semakin banyak pengeluaran. Haha.

Itu dulu.

Sampai akhirnya saya menginjak usia 25 tahun. Berstatus single. Kuliah beres sampai master. Dan mulai bekerja.

Menjadi seorang wanita karier (pemula) ternyata tidak sesosialita namanya. Sudah bekerja, sudah malu minta sama orang tua. Semuanya mulai perlu dipikirkan masak-masak. Dari zaman kuliah S1 sebenarnya sudah mulai cari tambahan dengan ngajar les, dapat beasiswa, menang program ini itu. Tapi semua dana yang masuk difokuskan untuk kepentingan sekunder dan tersier. Haha.

Oke, well. Sebelumnya, saya ini pecinta belanja online. Apapun yang bisa dibeli online, untuk apa dibeli offline. Pulsa, baju, perlengkapan rumah, makanan sampai handphone sekalipun saya beli online. Dengan segala kemudahan beli tinggal klik klik ponsel, bayar juga klik klik token. Tidak perlu berpindah tempat, barang meluncur ke rumah. Haha. Internet banking syarat mutlak ketika membuka rekening. Bunga tabungan sama sekali bukan skala prioritas. Biaya administrasi yang tinggi pun tidak pernah saya pikirkan. Buat saya, yang penting transaksi berjalan mudah dan cepat.


(sumber: http://codeless.codeless.netdna-cdn.com/wp-content/uploads/2016/04/Depositphotos_33600791_m1.jpg)


Akhirnya saya tiba pada titik dimana saya merasa perlu untuk berhenti labil ekonomi :D

Sudah cukup masa-masa indah jadi mahasiswa yang menghabiskan sekian ribu euro per bulan untuk upgrade sana sini, sosialita sana sini, travelling sana sini.

Sekarang, dengan penghasilan jauh di bawah gaya hidup yang sekian ribu euro per bulan tadi, saya harus membagi dana yang masuk untuk kebutuhan primer dan sekunder saya. Dan menyisihkan untuk ditabung.

Karena saya bukan orang yang terbiasa menabung jangka panjang, maka saya perlu melakukan gerakan revolusioner. Haha. Revolusioner bagi diri saya sendiri pastinya. Langkah saya lakukan adalah dengan memisahkan rekening antara yang untuk ditabung dan untuk budget hidup sehari-hari :D


(sumber: http://s4.favim.com/orig/150214/art-cute-drawing-girl-Favim.com-2479384.jpg)


Dengan begitu, harapannya saya tidak melakukan kekhilafan penggunaan uang tabungan untuk kepentingan sosialita.

Well. Maka saya mulai browsing jenis-jenis tabungan yang menguntungkan. Ada beberapa teman yang menawarkan tabungan jenis baru, semacam MLM atau bukan. Entahlah. Saya kurang mempelajari. Tapi memang tidak tertarik untuk saat ini. Dan proses hunting saya difokuskan pada bank-bank lokal maupun nasional di Indonesia.

===========================

* Catatan Penulis: terusnya setelah akhirnya menentukan pilihan dan mulai menabung, sayanya langsung buat postingan panjang begini. Ya, anggap aja menginspirasi rekan-rekan sejawat yang sama-sama kesulitan belajar menabung kayak saya. haha.

===========================

Tentunya banyak pilihan menarik dan menggiurkan. Bunga yang tinggi. Biaya administrasi yang rendah. Itulah prioritas saya yang sekarang. Beberapa bank lokal nampaknya sangat menggoda. Akan tetapi karena saya mobilitasnya cukup tinggi, maka ruang sample saya persempit lagi dengan hanya mempertimbangkan bank yang memiliki banyak cabang di Indonesia, sehingga tidak ada alasan untuk saya tidak bisa menabung karena bank nya tidak ada cabang di lokasi saya saat ini. Haha.

Dan akhirnya tengtenggg muncullah beberapa nama bank besar yang memang terkenal. Nah, sekarang giliran mencari jenis tabungan yang diinginkan. Browsing sana sini, quick review dulu buat dapat gambaran sepintas. Dan akhirnya kecantol lihat BCA.


(sumber: http://i698.photobucket.com/albums/vv344/jarwoe/kaskus/BCA.png)



Hmm.

Bank Central Asia alias BCA. Dari kecil dulu familiar banget sama warna birunya karena sering dijadikan patokan warna sama customer ibu saya yang jualan kain kebaya: biru BCA. Hehe. Terus terang walaupun sangat akrab dengan nama bank yang satu ini, tapi kesan eksklusifnya tidak pernah hilang di benak saya. Ibarat dulu, dengar BCA langsung mikir eksmud, bapak/ibu businessman, pokoknya yang cetar baday. Mungkin efek tayangan Gebyar BCA yang bikin bank satu ini kelihatan wah. Haha.

Nabung di BCA? Pasti potongannya tinggi. Begitu pikir saya pertama. Untungnya walaupun suka sok tahu, saya masih suka membaca. Jadi, saya buka lebih lanjut website BCA dan bengong juga sih pas tahu potongannya Tahapan BCA yang silver RP 15.000,00 sementara yang gold Rp 17.000,00 untuk administrasi per bulannya.

Oh… kok gga mahal ya?
Haha.

Kemudian karena sudah masuk di website BCA, kurang maksimal dong ya kalau gak sekalian aja cek-cek layanan lain yang ada di sana. Lima menit browsing langsung kesemsem sama Tahapan Xpresi.

Lebih praktis, tanpa buku tabungan, cek saldo, mutasi atau transaksi cukup dengan e-Banking BCA. Kartu Tahapan Xpresi penuh gaya dan rancangan yang trendi. Di beberapa cabang BCA tertentu, desain kartu dapat juga dilengkapi dengan foto. Memiliki fungsi yang sama dengan Paspor BCA: ada Debit BCA dan Tunai BCA. (www.bca.co.id)


Tapi masalahnya tujuan saya buka rekening kali ini adalah untuk belajar menabung. Bukan buat mempermudah transaksi. :’(((
Semakin mudah, semakin habis lagi uang saya. Haha.

Oke, jadi layanan expresi yang menyenangkan harus dicoret. Taplus? Hmm. Oke banget. Tapi masih bisa akses e-banking. Haha. No. saya tidak boleh dimudahkan transaksi online lagi untuk rekening baru saya ini. *Ini customer-nya cerewet banget yes*

Yaudah, kalau gitu Tabungan Berjangka. Kan oke tuh.
Nabung. oke.
Bunga. oke.
Gga bisa diambil sebelum waktunya. oke.

Yang kurang oke satu: setoran bulanan yang minimal Rp 500.000,00 khawatir memberatkan seorang dosen kontrak baru mulai belajar kerja dan baru mulai belajar nabung seperti incess hayati.

Hmm.
Scroll terus.
Eh.
TabunganKu?

Tumben dengar nih yang ini.
Iseng buka dan langsung zoom in zoom out pas baca fitur-fiturnya.
Okay, this is what I am looking for.
Let's check some information I got from BCA website, which directly make me in love. Yuhuuuu.

NB: postingan ini selalu ada bonus bumbu-bumbu komentar dari saya. Kalau mau yang polosan dari BCA, langsung klik: http://www.bca.co.id/


=========================

Definisi:






TabunganKu merupakan tabungan yang dikhususkan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan. Diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia, TabunganKu hadir untuk menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tidak dikenakan biaya administrasi bulanan.
Oke, kalau diperhatikan definisi di atas, memang TabunganKu bukan cuma BCA yang punya. Bank-bank lain di Indonesia juga mengeluarkan jenis tabungan serupa. Tapi setelah membandingkan sana sini, BCA lah yang menawarkan hal yang paling saya butuhkan saat ini. Free dari biaya macem-macem deh pokoknya. Apalagi BCA adalah salah satu bank besar yang kredibilitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Ya walaupun uang simpanan saya bak butiran debu di gurun pasir kalau dibandingkan sama orang-orang, tetap ya sebagai nasabah kita pasti ingin jaminan bahwa uang kita tadi aman. Haha.


=============================
Keuntungan:


Banyak keuntungan yang didapat dari produk TabunganKu. Selain setoran yang ringan, nasabah juga tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Dengan demikian, nasabah akan semakin terbiasa dalam menabung.
  • Bebas biaya administrasi bulanan
  • Setoran awal pembukaan rekening minimum Rp 20.000
  • Setoran tunai selanjutnya minimum sebesar Rp 10.000
  • Mendapatkan suku bunga sesuai dengan penempatan saldo tabungan



Alasan berikutnya adalah masalah bunga-bungaan. Well, saya ini kan wanita karier pemula (HAHA), jadi ya itung-itungan memang masalah duit. Maunya yang biaya administrasinya rendah tapi bunganya mayan. Lalalalallala. Jadi, di TabunganKu BCA ini, kita dapat bunga 0.25% untuk saldo di atas Rp 500.000,00 dan kurang dari Rp 1.000.000,00 dan 1% untuk yang di atas Rp 1.000.000,00 tadi. Kalau di bawah lima ratus ribu, belum dapat bunga. Nah iye, makanya tadi pas buka rekening saya nabungnya yang penting lewat dulu dari batas minimum biar bisa tetep dapat bunga. Haha.

================================

Important Information:


Produk TabunganKu diterbitkan bersama oleh bank-bank di Indonesia, karenanya hadir hanya dalam mata uang Rupiah saja. Apa saja ketentuan yang perlu diketahui, berikut lengkapnya:
  1. Rekening dalam mata uang Rupiah
  2. Hanya dapat dibuka oleh nasabah perorangan WNI
  3. Tidak diperbolehkan membuka rekening joint account "DAN" maupun "ATAU"
  4. Nasabah hanya diperbolehkan membuka 1 rekening, kecuali bagi nasabah yang membuka rekening untuk mewakili kepentingan anak yang masih di bawah umur (perwalian)
  5. Diberikan bukti kepemilikan berupa buku TabunganKu dan fasilitas kartu TabunganKu
  6. Status rekening akan menjadi dormant apabila tidak aktif dalam 6 bulan berturut-turut
Transaksi TabunganKu bisa dilakukan di seluruh Kantor Cabang BCA yang melayani setoran, penarikan tunai, dan transfer ke rekening BCA. Sementara kartu ATM BCA berfungsi untuk inquiry saldo, penarikan tunai, transfer ke rekening BCA, dan penggantian PIN.

Yes, jadi TabunganKu ini cuma bisa ditarik di ATM BCA (gga bisa di ATM bersama apalagi di ATM tetangga). Juga cuma bisa transfer ke sesama BCA. Nah, bagus banget kan limited features nya?

==================================
Setoran:




SEE?

Setoran awalnya murce abis. Hehe. Rata-rata tabungan kan sudah ratusan ya. Lima ratus ribu gitu lah yang standar. Tapi ini, Rp 20.000,00. ONLY. It is worthed, right?

Nah yang paling kece dari semuanya adalah adanya limitasi transaksi debet. Dalam sebulan cuma boleh 4 kali yang gratis tanpa biaya. Lebih dari itu, kena biaya transaksi Rp 2500,00 per transaksi. Hehe. Nah, buat saya yang tujuan utamanya adalah nabung bulanan, bukan masalah banget. Malah bagus nihm jadi saya sangat berpikir kalau mau tarik/transfer hehehehe. 

========================================
Setelah investigasi panjang yang saya lakukan, saya pun mengunjungi kantor cabang BCA di Singaraja yang beralamat di Jalan Dr. Sutomo 3, Banjar Bali, Singaraja, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81113. Kebetulan lokasinya tidak jauh dari kampus. Pulang ngajar, siang bolong sekitar jam setengah 11.45, saya pun akhirnya numpang ngadem di BCA. Hehe. Saya selalu suka pergi ke bank karena mayoritas pelayanannya ramah. Dan kali ini pun saya sangat puas dengan pelayanan BCA kantor cabang Singaraja.


Dari mulai saya baru sampai parkiran sudah ada senyum ramah Bapak-bapak security. Terus masuk, ada bapak security yang sigap bantuin ambil nomor antrian dan dengan ramahnya minta saya nunggu dulu. Entah karena saya datengnya udah deket jam istirahat atau karena ini hari Jumat, yang jelas antreannya sebentar. Baru 10 menit duduk sudah dapat giliran. CS nya mbak-mbak cantik yang namanya Cahya. Ramah. Total. Gesit juga kerjanya.

Sebelum fix membuka TabunganKu, sesuai SOP, mbak-mbak CS nya pasti nawarin produk-produk BCA lainnya. Terutama Taplus. Tapi ya karena saya dari rumah udah wanti-wanti diri sendiri buat jangan sampai buka Taplus karena pasti tidak tahan godaan untuk tidak aktivasi e-banking, saya pun dengan sigap menolak. Haha. Kemudian karena saya bilang tujuan utamanya adalah nabung, ditawarin deh Tabungan Berjangka. Hmm, kalau yang ini seriusan saya mah aslinya niat. Tapi apa daya.

Gegara saya bilang gitu, mbak Cahya langsung menghibur: gga papa mbak, lain kali saja buka rekening lagi, yang berjangka. Wkkwkwkwkkwkwk. Ya mbak, sekarang saya buka tabunganKu dulu aja gga papa yah. :D

Oke singkat kata karena calon customer sudah melakukan investigasi awal dengan ngubek-ngubek website BCA, dan sudah mantap hatinya untuk memilih layanan TabunganKu, maka eksekusi pun dilakukan. Setor kartu identitas, konfirmasi data, sret sret sret tanda tangan beberapa lembar, tempel materai, tanda tangan lagi, masukin pin atm, senyum-senyum bentar. Selesai. Ambil foto untuk data bank. Beres. Tidak sampai 20 menit beres semua urusan pembukaan rekening saya.




buku TabunganKu tampak depan. white and gold with BCA blue electric logo


buku TabunganKu tampak belakang. orange agak gold, polos. dengan nomor Halo BCA


Dan ini penampakan kartu debet saya.



small. white. gold. with BCA logo.


Yuhu. Warnanya yang putih emas memberikan semangat tersendiri buat saya yang suka banget warna putih. Aksen goldnya tentu saja membuat semangat berkobar untuk rajin-rajin nabung, supaya segera punya pundi-pundi emas, hahaha. Saya semakin jatuh cinta sama TabunganKu.

Berikutnya, harapan saya sih punya cukup tabungan yang bisa didepositokan di layanan Deposito Berjangka. Butuh setoran awal minimum 8 jetong nih. Doain yaa readers, biar sampai ke nominal itu hahaa.

Overall, saya sangat merekomendasikan jenis layanan ini untuk Anda yang ingin fokus menabung dan meminimalisir mengambil tabungan Anda. Tidak hanya untuk orang dewasa, tabunganKu ini juga bisa dibuka untuk anak-anak, tentunya dengan syarat tambahan yang anti-ribet. Just click : http://www.bca.co.id/ for further information.



Inget kata pepatah, sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit.
Sama kayak kerjaan yang gga dikerjain dan numpuk dan bikin mual-mual.
Ehh.
curhat.

Well, mending numpuk tabungan daripada numpuk kerjaan. Haha.





(sumber: http://www.lakos.com/
images/IND/best-practices.png?
Action=thumbnail&Width=400&
Height=327)
** Tulisan ini dibuat sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menabung demi masa depan yang lebih baik. Barangkali bisa sedikit menginspirasi pembaca untuk membuka rekening tabungan yang dibedakan dengan rekening belanja-belanja. Haha.

Postingan ini juga merupakan bentuk apresiasi penulis terhadap BCA (khususnya KC Singaraja-Bali) atas pelayanannya yang sangat-sangat memuaskan.


Mudah-mudahan ini adalah awal hubungan yang baik antara saya dan BCA. Dan seperti doa dari CS nya tadi, mudah-mudahan bisa menabungkan banyak uang di sini. Haha.



** Tulisan ini diikutkan dalam rangka mengikuti My BCA Experience Blog Competition 2016 yang bertema My Story with BCA.
#MyBCAexperience #InovasiBCA


========================== ****

More info about BCA, please click: BCA website.






berpartisipasi dalam "My BCA Experience" Blog Competition